Lamanepa, 8 Agustus 2025 — Suku Woliona melaksanakan prosesi adat masuk rumah besar secara khidmat dan penuh makna budaya di Kampung Lamanepa, lokasi salah satu rumah besar suku tersebut berada. Acara ini menandai selesainya pembangunan rumah besar yang telah dikerjakan selama kurang lebih dua bulan.
Prosesi diawali dengan pemindahan barang-barang adat dari Rumah Besar Suku Bakon, tempat penyimpanan sementara selama proses pembangunan. Barang-barang sakral tersebut kemudian diarak dan dimasukkan ke dalam rumah besar yang baru, sebagai simbol pemulihan roh-roh leluhur dan identitas adat suku.
Seluruh tahapan prosesi diiringi dengan Seleng Paji, yakni nyanyian adat yang dilantunkan dalam bahasa lokal sebagai bagian dari ritual pengantaran. Seleng Paji memiliki makna mendalam sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur serta permohonan restu dan perlindungan terhadap rumah besar yang baru dibangun.
Usai prosesi pengantaran barang adat, dilanjutkan dengan ritual penyembelihan hewan adat, yang dalam bahasa suku disebut keru (kambing) dan baki (babi). Pelaksanaan penyembelihan menjadi tanggung jawab adat dari Suku Keneheng dan Suku Ofong, dua suku yang memiliki peran khusus dalam upacara-upacara sakral.
Daging hasil penyembelihan kemudian dimasak dan disajikan untuk dimakan bersama oleh seluruh anggota suku dan keluarga yang hadir. Tradisi makan bersama ini melambangkan rasa syukur, persatuan, serta mempererat hubungan kekeluargaan di dalam masyarakat adat.
Prosesi masuk rumah besar ini merupakan bagian penting dari warisan budaya suku Woliona yang terus dilestarikan. Tradisi tersebut tidak hanya menghidupkan kembali nilai-nilai leluhur, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga jati diri budaya di tengah perkembangan zaman.